Profil

Aku dilahirkan 43 tahun yang lalu di sebuah desa yang jauh dari kota . Desaku sangat sepi yang tidak ada aliran listrik waktu itu. Di saat malam tiba gelap di sana sini tak  ada lampu yang meneranginya. Listrik masuk di kampungku setelah aku SMA kelas 2 yaitu di tahun 1982. Sebelum ada listrik suasana kampung benar-benar sangat memprihatinkan . Namun demikian semua itu membawa kenangan tersendiri yang tak akan didapati oleh anak jaman sekarang. Media informasi yang ada pada saat itu hanya radio dan itupun bisa dihitung dengan jari siapa saja yang memiliki nya. Masih ingat dalam ingatanku ..ibuku suka sekali dengan mendengarkan kethoprak yang disiarkan oleh RRI dan aku pasti di bawa oleh ibuku untuk ikut mendengarkan ke tetangga yang agak jauh dari rumah. Kami berdua dengan ibuku mendatangi rumah orang yang mempunyai radio..dan dihalaman rumah kami mendengarkan radio itu. Bisa dibayangkan saat itu betapa gelapnya bila kita bareng-bareng tetangga menggelar tikar sambil tiduran dan mendengarkan acara siaran radio.

Beberapa tahun kemudian kira-kira aku kelas 3 di kampungku sudah ada yang mempunyai televisi berukuran 12 ins hitam putih. Saat acara siaran kethoprak televisi itu di tonton oleh 2 kampung ..wah betapa ramainya saat itu. Sebelum acara di mulai anak-anak kecil membuata acara sendiri yaitu petak umpet yang pesertanya lebih dari 5 orang satu groupnya. Masih ingat di kepalaku klo ngumpet tidak tanggung-tanggung aku suka ngumpet ditempat yang jauh dari pusatnya hingga lawannya malas untuk mencarinya..walau kahirnya nanti kita mendekat juga. Bayangkan aja masak sih ngumpet kok jaraknya dengan yang mencari bisa setengah kilometer..hahhaha…ya tidak bakal ketemu, lebih-lebih tanpa listrik waktu itu hahaha..cape deh.

Bila malam tiba saya belajar dengan diterangi senthir yang kalau dibesarkan sumbunya maka menjadi item semua di waktu paginya…Namun demikian semangat balajar tiap malam selalu ada. Bila dibandingkan dengan di jaman sekarang sudah jauh berbeda semangatnya.Walau sudah ada listrik di tahun 1982 tetapi tetap saja di saat itu aku masih juga menggunakan lampu teplok untuk belajar. Walau demikian semangat belajar tetap ada dan menyala-nyala.  Karena sudah terbiasa belajar maka tiada hari tanpa belajar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.