Materi Diklat Cakep Bersama LPP2KS Indonesia dan PWM DIY

Posted in Tak Berkategori with tags , , , on 23 September 2015 by margiyati

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sesuai amanat Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 bahwa standar kepala sekolah / madrasah yang menetapkan ada lima dimensi kompetensi kepala sekolah/Madrasah yaitu dimensi kompetensi kepribadian, dimensi kompetensi menejerial, dimensi kompetensi kewirausahaan, dimensi kompetensi supervisi dan dimensi kompetensi sosial. Untuk calon kepala sekolah Muhammadiyah ditambah satu kompetensi yaitu kompetensi Agama Islam dan Kemuhammadiyahan atau disingkat dengan AIK yang wajib dimiliki oleh calon kepala sekolah Muhammadiyah.
Untuk mencapai dan memperoleh kompetensi tersebut Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah atau disingkat dengan LPPKS bekerja sama dengan Pengurus Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta selaku Pelaksana Teknis Kementrian Pendidikan dan kebudayaan dengan tugas pokok dan fungsinya memberikan pelatihan bagi calon kepala sekolah, sebagaimana tertulis dalam Peraturan Mentri pendidikan Nasioanl Nomor 28 Tahun 2010, penugasan guru sebagai kepala sekolah /madrasah, dinyatakan bahwa pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah /madrasah adalah suatu tahapan dalam proses penyiapan calon kepala sekolah /madrasah dengan pengalaman pembelajaran secara teori maupun melalui praktik tentang kompetensi kepala sekolah/madrasah.
Calon kepala sekolah/madrasah harus mengikuti pelatiahan yang bersifat praktik pembelajaran dalam hal ini ada dua sekolah sebagai tempat pembelajaran yaitu di sekolah sendiri dan sekolah lain. Adapun alasan mengapa Calon kepala sekolah yang mengikuti kegiatan On the Job Learning pada kedua sekolah adalah agar calon kepala sekolah memiliki kemampuan mengalaisis kondisi sekarang berdasarkan evaluasi diri sekolah dan informasi lain tentang profil kepemimpinan kepala sekolah dalam pengembangan program sekolah dan menyususn program pengembangan sekolah unggul disekolah magang dan sekolah sendiri ditambah satu kompetensi Agama Islam dan Kemuhammadiyahan yang dalam hal ini disebut dengan AIK.
Dalam prosesnya unrtuk memperoleh kemampuan tersebuat calon kepala sekolah harus mengikuti diklat tatap muka, On The Job Learning dan In servis ke dua. Pelaksanaan OJL atau On the Job learning ini calon peserta diberi wewenang mengembangkan kemampuan yang sudah dimiliki selama mengikuti In Servis Pertama yaitu kompetensi-kompetensi teoritik yang telah didapatkan selama diklat di dua sekolah yaitu sekolahnya sendiri dan sekolah lain.
Dalam pelaksanaan tersebut calon kepala sekolah mengkaji 9 kompetensi menejerial yang ditulis dalam daftar yang dapat dianalisis melalui isi laporan On the Job Learning ini satu demi satu dari kompetensi menejerial kurikulum, menejerial kesiswaan, menejerial sarana prasarana, menejerial Rencana Kegiatan Tahunan atau Rencana Kegiatan Sekolah, menejerial monitoring dan evaluasi, menejerial keuangan, menejerial Pendidik dan Tenaga Kependidikan, menejerial Tenaga Administrasi Sekolah, dan menejerial Teknologi dan Informasi yang disusun dalam sebuah laporan. Isi laporan kajian ini meliputi kajian menejerial dari dua sekolah yaitu sekolah yang ditempati dan sekolah magang atau sekolah lain. Dengan demikian calon kepala sekolah memiliki pengetahuan, pembanding dan menganalisis dari dua sekolah yang kemudian dapat diambil makna dan evaluasi yang akhirnya dapat memperoleh kebijakan informasi atau langkah yang harus diambil oleh calon kepala sekolah dalam menyikapi kelebihan dan kekurangannya.

B. Tujuan
Tujuan On the Job Learning bagi calon kepala sekolah adalah:
1. Meningkatnya kemampuan calon kepala sekolah dalam kompetensi kepribadian,
2. Meningkatnya kemampuan calon kepala sekolah dalam kompetensi menejerial,
3. Meningkatnya kemampuan calon kepala sekolah dalam kompetensi kewirausahaan,
4. Meningkatnya kemampuan kepala sekolah dalam kompetensi supervisi
5. Meningkatnya kemampuan calon kepala sekolah dalam kompetensi sosial
6. Meningkatnya kemampuan calon kepala sekolah dalam kompetensi Agama Islam dan Kemuhammadiyahan atau disingkat  dengan AIK.
C. Hasil yang diharapkan

Adapun hasil yang diharapkan setelah On the Job Learning di sekolah sendiri dan di sekolah magang adalah memiliki kemampuan:

  1. Memahami dan menganalisis profil dan kondisi sekolah sendiri dan sekolah magang sesuai dengan evaluasi diri sekolah dan informasi lain tentang profil kepemimpinan kepala sekolah dalam mengembangkan program sekolah.
  2. Menyusun program pengembangan sekolah unggul untuk sekolah tempat magang dan sekolah sendiri.
  3. Mengkaji kurikulum sekolah, silabus dan RPP yang meliputi kajian dokumen kurikulum sekolah, silabus dan RPP dari dua sekolah, mengkaji dari aspek proses dan hasil penyusunan dokumen kurikulum sekolah, silabus dan RPP dan kajian yang memuat kondisi ideal, kondisi saat ini, kesenjangan, dan alternatif solusinya.
  4. Menyususn RPP dilengkapi bahan ajar dan instrumen penilaian.
  5. Mengkaji Rencana Kerja Jangka Menengah dan Rencana Kerja Sekolah di sekolah sendiri dan di sekolah magang yang diawali dengan kondisi ideal, kondisi nyata dan prosesnya serta mampu memberikan masukan untuk kedua sekolah apabila ada kesenjangan.
  6. Mensupervisi guru junior sebanyak dua kali minimalnya, dan mempresentasikannya.
  7. Melaksanakan kajian tentang pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah sendiri dan di sekolah lain serta mengidentifikasi kondisi ideal dan kondisi nyata serta memberikan masukan atau solusi pada sekolah sendiri dan sekolah magang apabila dari hasil kajian antara kondisi ideal dan kondisi nyata ada perbedaan atau kesenjangan.
  8. Mengkaji pengelolaan peserta didik yang meliputi, perencanaan peserta didik, penerimaan peserta didik, orientasi peserta didik, penempatan peserta didik baru, layanan bimbingan dan bimbingan peserta didik, pembinaan kegiatan ekstrakurikuler, dan pembinaan organisasi siswa intra sekolah atau di sini yang dimaksud Ikatan Pelajar Muhammadiyah atau IPM dan mengevaluasi program penempatan dan pengembangan kapasitas peserta didik dan membuat laporannya.
  9. Mengobservasi dan mengkaji tentang administrasi sekolah dan melaoporkan hasil observasi dan kajiannya.
  10. Mengkaji sarana dan prasarana meliputi topik perencanaan pengadaan sarana prasarana, pemeliharaan sarana prasarana, dan inventarisasi sarana prasarana serta penghapusan saran prasarana.
  11. Mengkaji masalah pengembangan TIK dalan upaya meningkatkan pembelajaran di sekolah maupun di sekolah magang, serta mampu memberikan masukan pada sekolah apabila antara kondisi nyata dan kondisi ideal ada kesenjangan.
  12. Mengkaji pelaksanaan monev di sekolah sendiri maupun sekolah magang yang kemudian memberikan masukan pada kedua sekolah apabila antara kondisi ideal dan kondisi nyata ada kesenjangan.
  13. Mengidentifikasi usaha produksi dan jasa sekolah, menganalisis dan memecahkan masalah yang dihadapi dan membuat portopolio dari kedua sekolah yaitu sekolah sendiri dan di sekolah tempat magang.

Mempelajari dan mengkaji program-program pengelolaan keuangan yang meliputi sumber- sumber pendapatan sekolah/madrasah, perencanaan keuangan sekolah/madrasah, pengawasan keuangan sekolah/madrasah, pertanggungjawaban keuangan sekolah/madrasah, dan kelengkapan dokumen keuangan.cakepcakep3

Hasil Laporan

Materi Pelatihan bersumber pada LP2KS dan Dikdasmen DIY

  1. Penyusunan Rencana Kerja Sekolah
  2. Pengelolaan Keuangan
  3. Program Kegiatan Produksi dan Jasa Sekolah
  4.  Pengelolaan Kurikulum (Final)
  5. Supervisi Akademik (15 feb 2014)
  6. Pengelolaan Ketatausahaan Sekolah
  7. Pengelolaan PTK
  8. Pemanfaatan TIK dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran
  9. Monitoring Evaluasi

Kegiatan On The Job Learning berlangsung selama 3 bulan dengan magang 2 sekolah yaitu sekolah sendiri dan sekolah lain. Penulis melaksanakan tugas di sekolah sendiri yaitu mengadakan workshop Peningkatan Kompetensi guru dalam persiapan administrasi pembelajarannya. Materi workshop mengambil dari pengawas yaitu ibu Dra. Endang T, M.Pd, dan guru yang sudah berpengalaman dalam kurikulum yaitu ibu Tri Yeni Sy, S,Pd  dan pendamping lainnya yaitu penulis sendiri. Dalam kegiatan workshop ini ada dua siklus yaitu siklus pertama oelaksanaan dan penyusunan, serta siklus kedua adalah pendampingan bapak ibu guru dalam menyusun administrasi pembelajaran.Gambar di bawah ini adalah sampel poto kegiatan  yang dapat kami ambil

SAM_1157SAM_1138

Selain mengadakan workshop penulis mendampingi guru junior, yang diawali dengan siklus pertama pendampingan penyusunan administrasi pembelajaran dan siklus kedua masuk kelas sebanyak 2 kali. sebelum masuk kelas penulis selalu mengingatkan apa yang harus disediakan dalam proses pembelajaran dan melengkapi administrasi yang diperlukan serta alat peraga yang digunakan. Selama pelaksanaan observasi di dalam kelas penulis mendampingi dan mencatat apa yang dilakukan oleh guru junior sebagai bahan untuk laporn pelaksanaan pembelajaran dan juga sebagai bahan refleksi apa yang sudah duilakukan dan yang belum dilakukan. terakhir diadakan refleksi bersama guru junior dan penulis selaku guru pendamping.

Dibawah ini adalah dokumentasi pendampingan

IMG_12052015_111821IMG_24082015_104152IMG_25022015_113038

Dengan adanya pendampingan tersebut diharapkan peserta diklat mempunyai kemampuan menejerial supervisi akdemik yaitu harus dapat memberikan contoh penyususnan administrasi yang baik, benar sesuai kaidah dan dapat menerapkan dalam pembelajaran yang sesuai dengan yang direncanakan dalam RPP serta dapat mengembangkannya, serta dapat merencanakan dan melaksanakan penilaian untuk mengukur kompetensi siswa dengan alat ukur yang sesuai kaidah dalam pembuatannya dan akhirnya dapat mengkomunikasikan hasil pembelajaran kepada sekolah, orang tua siswa.

Pemateri diklat adalah dari Master Trainer PWM DIY lulusan LPPKS Indonesia yang sudah berpengalaman, rata-rata dosen UMY, Dosen UIN ,  Dosen UAD serta pengawas dari Dinas Pendidikan DIY.

Pajimatan, 23 September 2015, jam 05.47

sumber materi : LPPKS dan Dikdasmen PWM DIY. ,

Permendikbud 58 Tahun 2014

Posted in Tak Berkategori on 3 November 2014 by margiyati

Permen 58 ttg Kurikulum SMP

1. Lampiran Permen KUR SMP-MTs–(a)KRDSTR Prasada.8-10 Mei_garuda

2. Lampiran Permen KUR SMP-MTs–(b)MPUMUM Prasada.8-10 Mei_garuda

3. SILABUS MTK SMP

4. PMP MTK SMP Allson 1Juni2014

5. Permen 58 ttg Kurikulum SMP

6. Lampiran Permen Nomor 61 th 2014 ttg KTSP

7. Permen Nomor 61 th 2014 ttg KTSP-1

8. Permen Nomor 62 th 2014 ttg Kegiatan Ekstrakurikuler

9. Lampiran I Permen Nomor 63 th 2014

10.Lampiran Permen Nomor 62 th 2014

11. Permen Nomor 63 th 2014 ttg Kepramukaan

12.Lampiran II Permen Nomor 63 th 2014

13.Permen Nomor 64 th 2014 ttg Peminatan pada pendidikan menengah

BELAJAR SPARKOL VIDIOSCRIBE BERSAMA SEAMOLEC

Posted in Hasil Diklat/Pelatihan on 7 September 2016 by margiyati

Videoscribe yang sering kita jumpai di tempat-tempat umum seperti rumah sakit, perempatan jalan atau tempat strategis lainnya sangat menarik bagi pembaca atau penglihatnya. Kadang berisi tentang iklan atau informasi penting. Videoscribe dapat juga digunakan sebagai media belajar peserta didik atau dapat digunakan sebagai media presentasi untuk semua bidang. Dapat digunakan juga sebagai media presentasi di dalam kelas.

Belajar videoscribe bersama seamolec menjadi pengalaman tersendiri yang sangat mengesankan. Pembelajaran yang digunakan oleh seamolec dengan presentasi materi melalui video confrence dan whatsApp dan web  mooc.seamolec.org . Peserta konsultasi dan tenya jawab melalui whatsApp, pemateri memberikan presentasi melalui video confrence dan mengirimkan tugas serta belajar materi melalui mooc.seamolec.org. Selama 5 kali presentasi, dan 3 tugas peserta didik dapat menghasilkan contoh hasil videoscribe dalam materi umum, presentasi pembelajaran dengan videoscribe dan membuat presentasi tutorial videoscribe dengan menggunakan SOM (screencast-O-matic v2.0

Jumlah peserta online di seomelect sangat banyak dan dibagi dalam beberapa kelompok, satu kelompok sekitar 30 sampai dengan 35 peserta dengan didampingi oleh 2 pendamping. Diklat atau pelatihan online dengan model ini sangat menarik bagi peserta dengan waktu yang efektif dan dengan biaya yang lebih murah bila dibandingkan dengan cara pertemuan.

Contoh hasil pelatihan.

Posted in Tak Berkategori on 3 November 2015 by margiyati
  1. Pengertian model

Secara fakta bahwa teknik-teknik yang digunakan dalam belajar kelompok dapat merangsang kreativitas, aktivitas dan interaksi setiap anggota kelompok. Agar dalam belajar terjamin mutunya maka guru perlu membagi kelompok dan ditentukan besar kecilnya kelompok sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.

Derek Rowntree dalam bukunya yang berjudul“Educational” Kelebihan belajar kelompok diantaranya adalah: membina / meningkatkan kemampuan kerjasama, sangat cocok untuk belajar kognitif tingkat tinggi, meningkatkan ketrampilan berpikir secara kreatif dan kooperatif, meningkatkan ketrampilan berkomunikasi dan dapat mengembangkan aspek efektif.

Pada prinsipnya, agar model  pembelajaran kooperatif  berhasil , maka setiap model perlu melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling bekerjasama dan saling mendukung, saling membantu saat mereka belajar materi dan menyelesaikan tugas mereka.  Ketrampilan  sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas, misalnya, peran pencatat (recorder), pembuat kesimpulan (summarizer), pengatur materi (material manager), atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar.

Dalam kesempatan ini penulis memilih pembelajaran dalam pelaksanaan pembelajaran  yaitu  model pembelajaran project base learning. Hal ini karena siswa dapat mempraktekkan langsung materi statistika dalam kehidupannya. Adapun prakteknya siswa diharapkan mendapatkan suatu produk pembelajaran yang permasalahannya diangkat sendiri dan dapat diselesaikan sendiri melalui penerapan kompetensi yang dimilikinya.

A.    LANGKAH OPERASIONAL  PjBL  DALAM  PROSES  PEMBELAJARAN

Langkah langkah pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Proyek dapat dijelaskan dengan diagram sebagai berikut.

Diagram 1. Langkah langkah Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Proyek

bl

Penjelasan  langkah-langkah Pembelajaran Berbasis Proyek sebagai berikut.

  1. Penentuan Pertanyaan Mendasar (Start With the Essential Question). Pembelajaran dimulai dengan pertanyaan esensial, yaitu pertanyaan yang dapat memberi penugasan siswa dalam melakukan suatu aktivitas. Mengambil topik yang sesuai dengan realitas dunia nyata dan dimulai dengan sebuah investigasi mendalam  dengan   topik yang diangkat relevan untuk para siswa.
  2. Mendesain Perencanaan Proyek (Design a Plan for the Project)

Perencanaan dilakukan  secara kolaboratif antara pengajar dan siswa. Dengan demikian siswa diharapkan akan merasa “memiliki” atas proyek tersebut. Perencanaan berisi tentang aturan main, pemilihan aktivitas yang dapat mendukung dalam menjawab pertanyaan esensial, dengan cara mengintegrasikan berbagai subjek yang mungkin, serta mengetahui alat dan bahan yang dapat diakses untuk membantu penyelesaian proyek.

  1. Menyusun Jadwal (Create a Schedule)

Pengajar dan siswa secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas dalam menyelesaikan proyek. Aktivitas pada tahap ini antara lain: (1) membuat timeline untuk menyelesaikan proyek, (2) membuat deadline penyelesaian proyek, (3) membawa siswa agar merencanakan cara yang baru, (4) membimbing siswa ketika mereka membuat cara yang tidak berhubungan dengan proyek, dan (5) meminta siswa untuk membuat penjelasan (alasan) tentang pemilihan suatu cara.

  1. Memonitor siswa dan kemajuan proyek (Monitor the Students and the Progress of the Project).

Pengajar bertanggungjawab untuk melakukan monitor terhadap aktivitas siswa selama menyelesaikan proyek. Monitoring dilakukan dengan cara menfasilitasi siswa pada setiap proses. Dengan kata lain pengajar berperan menjadi mentor bagi aktivitas siswa. Agar mempermudah proses monitoring, dibuat sebuah rubrik yang dapat merekam keseluruhan aktivitas yang  penting.

  1. Menguji Hasil (Assess the Outcome)

Penilaian dilakukan untuk membantu guru dalam mengukur ketercapaian standar, berperan dalam mengevaluasi kemajuan masing-masing siswa, memberi umpan balik tentang tingkat pemahaman yang sudah dicapai siswa, membantu guru dalam menyusun strategi pembelajaran berikutnya.

  1. Mengevaluasi Pengalaman (Evaluate the Experience)

Pada akhir proses pembelajaran, pengajar dan siswa melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dijalankan. Proses refleksi dilakukan baik secara individu maupun kelompok. Pada tahap ini  siswa  diminta untuk mengungkapkan perasaan dan pengalamanya selama menyelesaikan proyek. Pengajar dan siswa mengembangkan diskusi dalam rangka memperbaiki kinerja selama proses pembelajaran, sehingga pada akhirnya ditemukan suatu temuan baru (new inquiry) untuk menjawab permasalahan yang diajukan pada tahap pertama pembelajaran.

Peran guru dan siswa dalam pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Proyek:

  1. Peran Guru
    1. Merencanakan dan mendesain pembelajaran
    2. Membuat strategi pembelajaran
    3. Membayangkan interaksi yang akan terjadi antara guru dan siswa
    4. Mencari keunikan siswa
    5. Menilai siswa dengan cara transparan dan berbagai macam penilaian
    6. Membuat portofolio pekerjaan siswa
  2. Peran Siswa
    1. Menggunakan kemampuan bertanya dan berpikir
    2. Melakukan riset sederhana
    3. Mempelajari ide dan konsep baru
    4. Belajar mengatur waktu dengan baik
    5. Melakukan kegiatan belajar sendiri/kelompok
    6. Mengaplikasikanhasil belajar lewat tindakan
    7. Melakukan interaksi sosial (wawancara, survey, observasi, dll)

B.     SISTEM PENILAIAN DALAM PjBL

Penilaian pembelajaran dengan metoda Pembelajaran Berbasis Proyek harus diakukan secara menyeluruh terhadap sikap, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa dalam melaksanakan pembelajaran berbasis proyek.Penilaian Pembelajaran Berbasis Proyek dapat menggunakan teknik penilaian yang dikembangkan oleh Pusat Penilaian Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu penilaian proyek atau penilaian produk.

Berikut sebagian dokumentasi pembelajaran PjBL

Sumber: Kurikulum 2013,

Uji Kompetensi Guru

Posted in Tak Berkategori on 3 November 2015 by margiyati

UKG atau Uji Kompetensi Guru dilaksanakan mulai tanggal 4 Nopember sampai dengan 27 Nopember secara serempak oleh guru di Indonesia. UKG dilaksanakan oleh guru baik guru swasta maupun negeri.UKG berdampak positif bagi peningkatan mutu guru dan perbaikan kinerja guru.

Secara umum pelaksanaan UKG bertujuan sebagai berikut.
1. Memperoleh informasi tentang gambaran kompetensi guru, khususnya kompetensi pedagogik dan profesional sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
2. Mendapatkan peta kompetensi guru yang akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan jenis pendidikan dan pelatihan yang harus diikuti oleh guru dalam program pembinaan dan pengembangan profesi guru dalam bentuk kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB).
3. Memperoleh hasil UKG yang merupakan bagian dari penilaian kinerja guru dan akan menjadi bahan pertimbangan penyusunan kebijakan dalam memberikan penghargaan dan apresiasi kepada guru.

yang diukur dalam UKG ini adalah bidang studi sesuai dengan latar belakang pendidikan atau sertifikasinya dan kompetensi pedagogik mengunakan pendekatan inti sel dari varian kompetensi pedagogik dimaksud. Adapun Kisi-kisi UKG bidang studi Matematika SMP dapat anda download  Matematika-SMP. Berikut contoh-contoh soal UKG yang dapat kami share kan ke anda, Contoh Soal UKA Pengembangan Profesi Guru PPG_NEWContoh Soal UKA tentang Model-Model Pembelajaran Inovatif_NEW

selamat belajar semoga anda lulus melebihi nilai KKM

Sumber : rumah belajar kemediknas.

Penilaian K13

Posted in Tak Berkategori on 3 November 2014 by margiyati

Dalam pembuatan rencana pembelajaran  sampai saat ini belum ada perubahan,  tujuan pembelajaran masih ada. Sebelum peraturan No 58 tahun 2014 ditandatangani maka tujuan pembelajaran masih ada.

  • Untuk penilaian Kurikulum 2013 ada beberapa ketentuan yang akan digunakan yaitu:Penulisan indikator : untuk UTS materi soalnya boleh menggunakan indikator KD pengetahuan dan ketrampilan.
  • Setiap guru wajib mempunyai dokumen penilaian untuk setiap kelas yang diampunya. Nilai yang disetorkan adalah nilaiakhir + deskripsinya. Nilai diskrepsi berdasarkan daftar nilai sikap dengan kata” misalnya anak mempunyai percaya diri yang tinggi namun …..”
  • Setiap guru harus mempunyai dokumen penilaian yang sesuai dengan simpan disekolah.
  •  Nilai pengetahuan yang dikirimkan ke walikelas cuma nilai akhir, ditambah deskripsi masing-masing anak dan mempunyai dokumentasinya dari nilai portofolio, nilai ulangan harian, nilai tugas dan nilai tengah semester.
  • Indikator pada KD tidak sertamerta menjadi indikator soal. Indikator soal dibuat dengan acuan indikator kompetensi yang ada di KD.
  • Draf penilaian untuk peraturan yang baru ,nilai  ketrampilan dapat dibuat dengan pilihan ganda.

Pelatihan Guru

Posted in Tak Berkategori with tags , on 22 Mei 2013 by margiyati

Peserta Diklat Guru-guru SD, SMP, SMA, SMK se Prop DIY

Info terkini, pemerintah dalam mempersiapkan Kurikulum 2013, akan diadakan pelatihan bagi guru secara pararel. Adapun skemanya sebagai berikut:

1. Pelatihan instruktur nasional (akhir mei 2013) di jakarta

2. Pelatihan Guru-guru inti (aminggu 1 dan 2 juni 2013) di enam wilayah yaitu Jakarta, Bandung, Medan, Semarang,

      Makassar, dan Surabaya.  Region Surabaya meliputi Kalimantan Timur, NTT, dan Jawa Timur.

3. Guru inti melatih guru-guru sasaran di profinsinya masing-masing di kabupaten dan kota yang bertempat di LPMP dan

      P4TK

Guru sasaran disiapkan untuk mengajar 22.499 rombongan belajar SD, 13.423 SMP, 51.527 SMA, dan 45.174 SMK. Setiap guru yang akan dilatih akan disesuaikan dengan kebutuhan implementeasi kurikulum 2013 ini.

Sumber : .kemdiknas.go.id/kemdikbud/berita