Melalui PTK pembelajaran di kelas semakin semangat….

Awal tahun 2011 semangat tahun baru ternyata membuat semangat mengajar semakin meningkat. Ditandai dengan adanya pelaksanaan PTK di kelas. Kurencanakan PTK ke-duaku ini semakin baik dari PTK pertamaku semakin sukses.

 

Di awal tahun datanglah seorang mahasiswa UAD yang akan mengadakan penelitian di kelas, kusambut dengan senyum mahasiswa itu. Dalam benakku aku juga akan memanfaatkan mahasiswa ini untuk bekerjasama denganku. Walau mahasiswa ini belum berpengalaman mengajar, namun setidaknya dia sudah banyak tahu teori-teori cara mengajar yang benar dan sesuai dengan kondisi di masa sekarang.

Dalam PTK ku yang kedua ini aku menggunakan model  pembelajaran make a match dan dan diskusi -diskusi kelompok lainnya dalam penanaman konsepnya. Diharapkan saat penanaman konsep semaksimal mungkin siswa dapat memahami dengan benar dan mudah dimengerti namun sulit untuk dilupakan.

 

 

 

 

 

 

Pengalamanku dengan model pembelajaran make a match adalah :

1. Guru sebelumnya harus sudah mempersiapkan media pembelajaran yang tepat dalam menanamkan konsepnya.

2. Guru mempersiapkan anak untuk memahami materi prasarat, dengan melalui tugas browsing lewat internet tentang         materi yang akan dipelajari atau membaca referensi.

3. Guru mempersiapkan kartu soal dan kartu jawaban.

4. Guru mempersiapkan hadiah bila perlu.

5. Tak lupa mempersiapkan rencana pembelajaran dan LKS yang akan digunakan.

Dengan model pembelajaran ini kendala yang dihadapi :

1. Siswa terlalu gaduh saat mencocokan  jawabannya ke temannya.

2. Bila masing-masing anak memegang soal dan jawaban bersama-sama maka pelaksanaan model pembelajaran ini akan kacau, karena masing-masing siswa akan mencari jawabannya sendiri sementara masing-masing anak membawa jawaban temannya.

3. Ada siswa yang berbuat curang saat mendapatkan soal, saat dia tidak bisa mengerjakan soal dan karena malu tidak mau bertanya kepada temannya, maka dia langsung mencari jawabannya dengan mencocokkan langsung ke teman yang mempunyai jawaban yang cocok.

Solusi kendala tersebut di atas saya siasati dengan :

1. Ada kesepakatan untuk tidak terlalu gaduh saat mencocokkan.

2. Soal dan jawaban dibuat sejumlah separoh dari jumlah siswa, sehingga separoh siswa mendapatkan soal dan separoh siswa mendapatkan jawabannya.

3. Siswa yang membawa jawaban diberikan pengertian bahwa bagi temannya yang akan mencocokkan  jawaban harus bisa menunjukkan jawabannya sendiri dulu sehingga tidak terjadi kecurangan yang dimaksud.

Untuk teman-temanku yang belum mencoba silakan untuk mencicipinya…pasti ada keasyikkan sendiri…selamat mencoba.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: