HANDPHONE DILARANG MASUK SEKOLAH

Model pengajaran berdasarkan masalah ini telah dikenal sejak zaman John Dewey. Menurut Dewey (dalam Trianto, 2009:91) belajar berdasarkan masalah adalah interaksi antara stimulus dan respon, merupakan hubungan antara dua arah belajar dan lingkungan. Lingkungan memberikan masukan kepada siswa berupa bantuan dan masalah, sedangkan sistem saraf otak berfungsi menafsirkan bantuan itu secara efektif sehingga masalah yang dihadapi dapat diselidiki, dinilai, dianalisis, serta dicari pemecahannya dengan baik.

Permasalahan yang dihadapi oleh kami saat ini adalah kami sebagai siswa merasakan agak terganggu kemerdekaannya karena di sekolah tidak boleh  membawa handphone ke sekolah. Hal ini ada beberapa alasan yang disampaikan oleh kepala sekolah yaitu a) saat belajar di dalam kelas siswa diam-diam menyalakan handphone dan menggunakannya untuk sms, bermain game atau facebook, b) ada temuan beberapa konten handphone siswa yang kurang sopan ( jpg porno atau video porno ) ,c) ada beberapa kasus siswa kehilangan handphone di sekolah saat istirahat. Dengan adanya beberapa kasus tersebut diangkat dalam rapat antara guru, karyawan, guru BP dan kepala sekolah yang akhirnya timbul aturan sekolah yaiyu siswa dilarang membawa handphone ke sekolah.

Handphone adalah satu alat komunikasi, namun sekarang ini handphone bukan lagi sebagai alat berkomunikasi namun  sudah banyak fitur yang disediakan untuk foto, video , permainan game, chatting, browsing dll. Fitur ini bila dimanfaatkan dengan benar maka akan sangat bermanfaat bagi kami peserta didik. Kami dapat menggunakan menu-menu handphone untuk proses mengerjakan tugas pembelajaran. Dengan menggunakan menu browsing kami bisa mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya tentang apa yang ingin kami ketahui, dengan menggunakan chatting kami bisa menginformasikan apa yang saya ketahui kepada teman yang lain dan juga bisa menanyakan apa yang kami tidak tahu kepada guru atau teman kami. Sangat ditunggu-tunggu apabila ada menu pembelajaran yang bisa sewaktu-waktu bisa diakses langsung menggunakan handphone tanpa biaya internet sehingga dengan sepuasnya bisa belajar tanpa harus mengeluarkan kocek.

Untuk selanjutnya kami sangat setuju sekali bila masalah larangan handphone dibawa kesekolah untuk ditinjau ulang. Dalam hal ini juga kami selaku siswa juga harus dapat menggunakan handphone  sesuai aturan sekolah dan sesuai norma-norma agama.

 

By : kelompok ……

24 Agustus 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: