1. Pengertian model

Secara fakta bahwa teknik-teknik yang digunakan dalam belajar kelompok dapat merangsang kreativitas, aktivitas dan interaksi setiap anggota kelompok. Agar dalam belajar terjamin mutunya maka guru perlu membagi kelompok dan ditentukan besar kecilnya kelompok sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.

Derek Rowntree dalam bukunya yang berjudul“Educational” Kelebihan belajar kelompok diantaranya adalah: membina / meningkatkan kemampuan kerjasama, sangat cocok untuk belajar kognitif tingkat tinggi, meningkatkan ketrampilan berpikir secara kreatif dan kooperatif, meningkatkan ketrampilan berkomunikasi dan dapat mengembangkan aspek efektif.

Pada prinsipnya, agar model  pembelajaran kooperatif  berhasil , maka setiap model perlu melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling bekerjasama dan saling mendukung, saling membantu saat mereka belajar materi dan menyelesaikan tugas mereka.  Ketrampilan  sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas, misalnya, peran pencatat (recorder), pembuat kesimpulan (summarizer), pengatur materi (material manager), atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar.

Dalam kesempatan ini penulis memilih pembelajaran dalam pelaksanaan pembelajaran  yaitu  model pembelajaran project base learning. Hal ini karena siswa dapat mempraktekkan langsung materi statistika dalam kehidupannya. Adapun prakteknya siswa diharapkan mendapatkan suatu produk pembelajaran yang permasalahannya diangkat sendiri dan dapat diselesaikan sendiri melalui penerapan kompetensi yang dimilikinya.

A.    LANGKAH OPERASIONAL  PjBL  DALAM  PROSES  PEMBELAJARAN

Langkah langkah pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Proyek dapat dijelaskan dengan diagram sebagai berikut.

Diagram 1. Langkah langkah Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Proyek

bl

Penjelasan  langkah-langkah Pembelajaran Berbasis Proyek sebagai berikut.

  1. Penentuan Pertanyaan Mendasar (Start With the Essential Question). Pembelajaran dimulai dengan pertanyaan esensial, yaitu pertanyaan yang dapat memberi penugasan siswa dalam melakukan suatu aktivitas. Mengambil topik yang sesuai dengan realitas dunia nyata dan dimulai dengan sebuah investigasi mendalam  dengan   topik yang diangkat relevan untuk para siswa.
  2. Mendesain Perencanaan Proyek (Design a Plan for the Project)

Perencanaan dilakukan  secara kolaboratif antara pengajar dan siswa. Dengan demikian siswa diharapkan akan merasa “memiliki” atas proyek tersebut. Perencanaan berisi tentang aturan main, pemilihan aktivitas yang dapat mendukung dalam menjawab pertanyaan esensial, dengan cara mengintegrasikan berbagai subjek yang mungkin, serta mengetahui alat dan bahan yang dapat diakses untuk membantu penyelesaian proyek.

  1. Menyusun Jadwal (Create a Schedule)

Pengajar dan siswa secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas dalam menyelesaikan proyek. Aktivitas pada tahap ini antara lain: (1) membuat timeline untuk menyelesaikan proyek, (2) membuat deadline penyelesaian proyek, (3) membawa siswa agar merencanakan cara yang baru, (4) membimbing siswa ketika mereka membuat cara yang tidak berhubungan dengan proyek, dan (5) meminta siswa untuk membuat penjelasan (alasan) tentang pemilihan suatu cara.

  1. Memonitor siswa dan kemajuan proyek (Monitor the Students and the Progress of the Project).

Pengajar bertanggungjawab untuk melakukan monitor terhadap aktivitas siswa selama menyelesaikan proyek. Monitoring dilakukan dengan cara menfasilitasi siswa pada setiap proses. Dengan kata lain pengajar berperan menjadi mentor bagi aktivitas siswa. Agar mempermudah proses monitoring, dibuat sebuah rubrik yang dapat merekam keseluruhan aktivitas yang  penting.

  1. Menguji Hasil (Assess the Outcome)

Penilaian dilakukan untuk membantu guru dalam mengukur ketercapaian standar, berperan dalam mengevaluasi kemajuan masing-masing siswa, memberi umpan balik tentang tingkat pemahaman yang sudah dicapai siswa, membantu guru dalam menyusun strategi pembelajaran berikutnya.

  1. Mengevaluasi Pengalaman (Evaluate the Experience)

Pada akhir proses pembelajaran, pengajar dan siswa melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dijalankan. Proses refleksi dilakukan baik secara individu maupun kelompok. Pada tahap ini  siswa  diminta untuk mengungkapkan perasaan dan pengalamanya selama menyelesaikan proyek. Pengajar dan siswa mengembangkan diskusi dalam rangka memperbaiki kinerja selama proses pembelajaran, sehingga pada akhirnya ditemukan suatu temuan baru (new inquiry) untuk menjawab permasalahan yang diajukan pada tahap pertama pembelajaran.

Peran guru dan siswa dalam pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Proyek:

  1. Peran Guru
    1. Merencanakan dan mendesain pembelajaran
    2. Membuat strategi pembelajaran
    3. Membayangkan interaksi yang akan terjadi antara guru dan siswa
    4. Mencari keunikan siswa
    5. Menilai siswa dengan cara transparan dan berbagai macam penilaian
    6. Membuat portofolio pekerjaan siswa
  2. Peran Siswa
    1. Menggunakan kemampuan bertanya dan berpikir
    2. Melakukan riset sederhana
    3. Mempelajari ide dan konsep baru
    4. Belajar mengatur waktu dengan baik
    5. Melakukan kegiatan belajar sendiri/kelompok
    6. Mengaplikasikanhasil belajar lewat tindakan
    7. Melakukan interaksi sosial (wawancara, survey, observasi, dll)

B.     SISTEM PENILAIAN DALAM PjBL

Penilaian pembelajaran dengan metoda Pembelajaran Berbasis Proyek harus diakukan secara menyeluruh terhadap sikap, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa dalam melaksanakan pembelajaran berbasis proyek.Penilaian Pembelajaran Berbasis Proyek dapat menggunakan teknik penilaian yang dikembangkan oleh Pusat Penilaian Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu penilaian proyek atau penilaian produk.

Berikut sebagian dokumentasi pembelajaran PjBL

Sumber: Kurikulum 2013,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: